Kamis, 20 Oktober 2011

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN


NAMA:YULIANTO SADEWO

NPM:17511651

KELAS : 1pa09

Manusia Dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan telah bersama sejak dahulu kala. Dimana terkumpul manusia di suatu tempat pasti terdapat suatu kebudayaan tertentu dari kumpulan manusia itu sendiri. Kebudayaan pun berawal dari interaksi antara manusia satu ke manusia lainnya dan juga segala isi yang ada di jagad raya ini. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa telah banyak kebudayaan di Indonesia dimana yang penduduk nya sendiri tersebar di seluruh Indonesia dan terdapat banyak kebudayaan di Indonesia. Dan manusia pun harus melestarikan budaya yang mereka miliki agar tidak di akui oleh kelompok lain. Kebudayaan dapat dijadikan suatu pandangan terhadap suatu bangsa dan akan menjadi ciri khas bangsa tersebut karna belum tentu bangsa lain memiliki budaya seperti yg dimiliki oleh bangsa lain.

1.Hakikat Manusia

Pada hakikat manusia diciptakan oleh Tuhan YME menjadi mahluk yang paling sempurna di antar mahluk ciptaan lainnya. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu.

Tuhan menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini. (Sumber: http://arikaka.com/manusia-dan-kebudayaan/).

Manusia berasal dari alam. Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsur kimiawi yang terdapat dari tanah. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya, Al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. Akan tetapi hampir sebagian besar para ilmuwan berpendapat membantah bahwa manusia berawal dari sebuah evolusi dari seekor binatang sejenis kera, konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi. Anggapan ini tentu sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Dalam hal ini membuat kita para manusia kehilangan harkat dan martabat kita yang diciptakan sebagai mahluk yang sempurna dan paling mulia. Walaupun manusia berasal dari materi alam dan dari kehidupan yang terdapat di dalamnya, tetapi manusia berbeda dengan makhluk lainnya dengan perbedaan yang sangat besar karena adanya karunia Allah yang diberikan kepadanya yaitu akal dan pemahaman. Dengan demikian, manusia adalah makhluk hidup. Di dalam diri manusia terdapat apa-apa yang terdapat di dalam makhluk hidup lainnya yang bersifat khsusus. Dia berkembang, bertambah besar, makan, istirahat, melahirkan dan berkembang biak, menjaga dan dapat membela dirinya, merasakan kekurangan dan membutuhkan yang lain sehingga berupaya untuk memenuhinya. Dia memiliki rasa kasih sayang dan cinta, Rasa kebapaan dan sebagai anak, sebagaimana dia memiliki rasa takut dan aman, menyukai harta, menyukai kekuasaan dan kepemilikan, rasa benci dan rasa suka, merasa senang dan sedih dan sebagainya yang berupa perasaan-perasaan yang melahirkan rasa cinta.

(Sumber: http://www.membuatblog.web.id/2010/02/pengertian-hakikat-manusia.html)

2.Kepribadian

Manusia memiliki kepribadian yang berbeda antar manusia tak ada satupun manusia yang memiliki kepribadian sama persis. Kepribadian pun mejadi sangat penting bagi manusia, karna manusia dapat dilihat baik buruknya dari kepribadiannya. Kepribadian manusia di suatu bangsa pun akan turut mengambil posisi akan baik buruk nya maju atau tertinggal nya suatu bangsa, karna suatu bangsa akan maju bila para penduduknya/masyarakatnya memiliki kepribadian yang baik.

Adapun beberapa macam kepribadian :

Id merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id meupakan libido murni atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait dengan sex, yang secara instingual menentukan proses-proses ketidak sadaran ( unconcious ).

Ego merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan drngan id. Seringkali di sebut dengan kepribadian “Eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran social yang dimengerti.

Superego merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. Superego terbentuk dari lingkungan internal dalam individu, superego terbentuk dari ligkungan eksternal jadi, superego merupaka kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan- pandangan orang tua (Ferud, dalam Bernnan,1991;Hal:205-206).Dari uraian tersrbut dapat di kaji aspek tindakan manusia dengan analisa hubungan antara tindakan dan unsur-unsur manusia.(Sumber: http://fuadarifrahman67.blogspot.com/2010/10/makalah-manusia-dan-kebudayaan.html)

Kepribadian adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain.[1] Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang.[1]Kepribadian menurut pengertian sehari-hari Disamping itu kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri individu, seperti kepada orang yang pemalu dikenakan atribut “berkepribadian pemalu”. Kepada orang supel diberikan atribut “berkepribadian supel” dan kepada orang yang plin-plan, pengecut, dan semacamnya diberikan atribut “tidak punya kepribadian”. Kepribadian menurut psikologi Berdasarkan penjelasan Gordon Allport tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kepribadian)

Budaya Timur

Indonesia masuk kedalam budaya timur. Dimana manusia harus saling menghormati dan dalam berperilaku ada batasan batasannya tak seperti budaya barat yang terkesan bebas.

kebudayaan pertama kali didefinisikan oleh E.B Taylor (1871) yakni sebagai "keseluruhan yang mencangkup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat." ada 4 bidang besar yang mencirikan kebudayaan timur yang mencangkup: pengetahuan, sikap terhadap alam, cita-cita hidup dan status personal. 1. pengetahuan bagi orang timur, hatilah yang mempersatukan akal budi dan intuisi maupun intelegensia dan perasaan. tujuan belajar adalah menjadi bijaksana, sebab dengan kebijaksanaanlah orang menhayati hidup lebih baik dan sempurna karena hidup merupakan seni yang sulit dan membutuhkan refleksi kekuatan utama. 2. sikap terhadap alam manusia merupakan bagian dari alam yang bersama-sama membentuk kesemestaan. dia dan seluruh alam berasal dari zat yang sama, yang satu. 3. cita-cita hidup manusia lahir dan hidup untuk mencari ketenangan serta kedamaian hati, itu merupakan cita-cita hidup. ajaran budhisme "menarikdiri dan melupakan diri" yang bertemu dengan "harmoni astar sesama dan alam" dari konfusianisme dan taoisme melahirkan pandangan: sederhana, tenang dan kebutuhan sesedikit mungkin. 4. status personal timur memandang martabat tetap dijunjung dan dihargai tetapi penekanannya yang berbeda. sikap tidak mencampuri berangkat dari keyakinan bahwa dalam segala sesuatu manusia mempunyai jalan dan cara beradanya sendiri. era globalisasi tidak bisa kita bendung, jika kita bendung maka bangsa ini akan tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. tetapi bukan berarti budaya timur yang kita anut selama ini, yang membedakan bangsa ini dengan bangsa-bangsa lain, kita tinggalkan. masyarakat yang beradat istiadat, penuh sopan santun, harus kita jaga dan harus tetap kita kembangkan. siapa yang tidak marah apabila ada seseorang bertolak pinggang di depan kita, seseorang yang masih muda dan berkata dengan nada kasar? tidak seorang pun akan diam, siapa pun orangnya. budaya kita lebih bagus dari budaya negara-negara lain. terkenal berbudaya tinggi, ramah dan sopan.

di indonesia sangat terkenal sekali tentang sopan santun dan ramah tamah masyarakatnya. walaupun ada sedikit orang-orang tertentu yang meninggalkan adat istiadat tersebut. semua ini tidak terlepas dari pengaruh budaya barat. budaya barat yang cepat berkembang di indonesia dapat memudarkan sikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua. kini dengan berkembangnya zaman, semakin lama kebudayaan kita semakin hilang karena kurangnya sikap menghormati satu sama lain. generasi muda pun mulai menyukai hal-hal yang bersifat atau berasal dari budaya barat. kita lahir, besar dan hidup di timur (indonesia), sudah sepantasnyalah kita menjunjung tinggi nilai-nilai budaya timur. nilai kesopanan, nilai saling menghargai dan nilai saling menghormati orang lain adalah ciri khas dari budaya kita

Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2149472-budaya-timur/#ixzz1b9YbFzl5

MANUSIA DAN PENDERITAAN


NAMA:YULIANTO,SADEWO

NPM:17511651

KELAS : 1PA09

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan likuliku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitan psikis, penyembuhannya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya. (Sumber: http://sindyarsita.wordpress.com/2010/11/09/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-penderitaan/)

Terlepas dari perasaan suka manusiapun selalu memiliki penderitaan didalam hidup nya, tak ada satupun manusia yang tak pernah merasakan penderitaan. Penderitaan memang sulit untuk dilalui oleh manusia, tapi dibalik sebuah penderitaan diyakini terdapat sebuah kebahagian yang tengah menunggu orang tersebut.

Suatu kehidupan yang berat mungkin sebuah penderitaan yang dialami oleh manusia. Tapi sebuah penderitaan akan bisa terlupakan apabila orang tersebut santai melewatinya dan menganggap itu hanya sebuah halangan sementara.

Dan apabila orang tersebut tidak kuat atas penderitaan yang sedang di hadapi ia pun bisa menjadi stress yang mengakibatkan pola pikirnya terganggu.

Seorang manusia pun akan merasa lebih menderita apabila orang di sekelilingnya tak menghiraukan keberadaan yang sedang dalam kesulitan, itu akan membuat sang penderita menambah depresinya, dan akan membuatnya putus asa dalam mencari jalan keluar, karena tak ada seorang yang peduli terhadapnya bahkan dianggap seperti tidak ada.

Siksaan Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

Kekalutan Mental Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah : nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah. (Sumber: http://sindyarsita.wordpress.com/2010/11/09/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-penderitaan/)

Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut : A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia. B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan .(Sumber: http://arbip.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-penderitaan.html)

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna", "nasi sudah menjadi bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup

Banyak orang yang mengalami strees akibat siksaan yang diterimanya serta mentalnya menjadi goyah dan labil. Sehingga orang tersebut merasa hidup yang ia jalani hanyalah sebuah siksaan dan penderitaan yang tak habis habisnya. Jika sudah mencapai titik puncak seseorang dalam menghadapi masalah yang ia alami ditakutkan penderita dapat nekat untuk melakukan tindakan diluar kendalinya seperti bunuh diri, atau melukai dirinya sendiri ß dan ini termasuk dampak negatif dari penderitaan.

Bila orang tersebut mampu menjalani hidupnya dan melewati masa penderitaannya diyakini orang tersebut akan mampu mengambil pelajaran yang telah ia jalani, sehingga tidak akan terulang kembali kejadian yang sama dalam hidupnya. Atau juga orang tersebut mampu mengatasi dengan mudah karna penderitaan yang dialaminya itu pernah ia rasakan dan terhindar untuk mendapat penderitaan yang sama untuk yang ke dua kalinya.

Jumat, 14 Oktober 2011

ILMU BUDAYA DASAR


NAMA:YULIANTO SADEWO

NPM: 17511651

KELAS : 1PA09

PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Ilmu budaya dasar merupakan ilmu yang berawal dari pergantian istilah “BASIC HUMANITIESM yang berasa dari bahasa inggris “the humanities”. Istilah humanities berasal dari bahasa latin yaitu humnus yang berartikan manusia , berbudaya dan halus. Agar manusia menjadi humanus manusia harus mempelajari ilmu humanisties dan juga tidak melupakan tugasnya sebagai manusia. Di Indonesia sendiri “BASIC HUMANITIESM” diubah menjadi “ILMU BUDAYA DASAR” yang beartikan dapat memberikan pengetahuan dan pengertian umum tentang konsep konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaannya.

Ilmu budaya dasar sendiri berbeda dengan ilmu budaya. Pengetahuan budaya sendiri mengkaji masalah nilai nilai manusia sebagai mahluk berbudaya, sedangkan ilmu pengetahuan dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang di kembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

(SUMBER: http://www.anneahira.com/ilmu/ilmu-budaya-dasar.htm )

Ilmu budaya dasar sendiri menjadi salah satu mata kuliah dalam fakultas psikologi tidak hanya sosiologi dan antropologi. Dan ilmu budaya dasar sendiri di kelompokkan menjadi 3 kelompok besar oleh Prof. Dr.Harsya Bachtiar yang mengemukakan.

1.Ilmu-ilmu Alamiah (Natural Science)

Ilmu yang bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah antar lain astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika-mekanika.

2.Ilmu-ilmu Sosial (Social Science)

Ilmu yang bertujuan untuk mengkaji keturunan-keturunan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

3.Pengetahuan Budaya (The Humanities)

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Pengethuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencangkup keahlian (disiplin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi kedalam berbagai bidang keahlian, seperti seni tari, seni rupa, seni musik, dll.

(Sumber : http://maliqren.wordpress.com/2011/04/19/pengertian-ilmu-budaya-dasar/)

Ilmu budaya dasar sendiri memiliki tujuan agar para mahasiswa dapat dengan mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan baru yang baru saja di datanginya, dan juga agar para mahasiswa dapat berfikir secara kritis tentang realita kehidupan yang terjadi pada lingkungan sekitarnya.

Dan juga para mahasiswa dapat memandang budaya budaya yang ada di sekitarnya dengan penuh perhatian, dan juga dapat melakukan atau menjalan pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan keahliannya.

Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, pars akademisi diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.

Ilmu budaya dasar pun memiliki ruang lingkup dalam pembahasannya.

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditentukan diatas, dua masalah pokok bisa dipakai sebagi bahan pertimbangan untuk menentukan niang lingkup kajian mata kuliah Ihnu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah :

Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities ), baik dari segi masing-masing keahlian ( disiplin ) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dalam berbagai bentuk dan coral: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.

Menilik kedua masalah pokok yang bisa dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya. Dasar tersebut di atas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagi subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian . Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam Bmu Budaya Dasar.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah : Manusia dan cinta kasih, Manusia dan keindahan,Manusia dan penderitaan,Manusia dan keadilan,Manusia dan pandangan hidup,Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian,Manusia dan kegelisahan,serta Manusia dan harapan.

Kedelapan pokok bahasan itu tennasuk dalam karya-karya yang terccakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tan dan sebaginya. Disamping itu pokok bahasan manusia dan cinta kasih juga dapat didekati dengan menggunakan gabungan karya seni sastra, karya seni tan, atau filsafat dan sebagainya.

(SUMBER: http://dimazmarham.blogspot.com/2010/04/pengertian-ilmu-budaya-dasar.html)

Jika dilihat dari aspek aspek yang telah telaah di atas ilmu budaya dasar sendiri telah mencakup banyak pola pemikiran serta sangat penting untuk kehidupan manusia, tak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia memiliki masalah dalam hidupnya, dan untuk menyelesaikan atau meperkecil suatu masalah manusia pun diharapkan mengetahui ilmu budaya dasar tersebut. Disamping itu agar mahasiswa juga dapat memperhatikan norma-norma yang membantu pendidikan. Walaupun penyusunan semacam itu diharapkan untuk mendekatkan dengan penalaman mahasiswa, masih terbuka kemungkinan untuk menyusaikan dengan kondisi tempat belajar atau daerah setempat